Rabu, 17 April 2013

PERILAKU PRODUSEN


PERILAKU PRODUSEN
 A.  PRODUSEN DAN FUNGSI PRODUSEN
          Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.
1.    Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
·         Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
·         Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2.    Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.
3.    Fungsi Produksi
                             Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan            keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi,              jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu                       komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun,                 output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan                              komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan                              penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis             sebagai berikut :
                   Q = f(L, R, C, T)
                   Dimana :
                   Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
                   F          = symbol persamaan (function)
                   L          = tenaga kerja (labour)
                   R         = kekayaan alam (resources)
                   C         = modal (capital)
                   T         = teknologi (technology)
 B.  PERILAKU PRODUSEN
                   Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh      produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang         mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk    merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
                   Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu         barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan   menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut     sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan   perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk       memulai suatu bisnis.
          Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
a)    Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.

b)    Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.

c)    Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.

d)    Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.



 C.  PRODUKSI OPTIMAL
                   Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan faKtor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak          dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksi output yang   lain.


 D.  TINGKAT PRODUKSI OPTIMAL
          Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya
persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
          Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
1.    barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.    selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.    selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.


 E.  PENENTUAN VOLUME PRODUKSI YAN G OPTIMAL
                   Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya       memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada      prinsipnya dapat digolongkan sbb :
1.    Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan                proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
2.    Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
                   Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara        langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan      semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk        sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
1.    Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
2.    Biaya modal (opportunity cost of capital)
3.    Biaya keusangan
4.    Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
5.    Biaya asuransi persediaan
6.    Biaya pajak persediaan
7.    Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
8.    Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.


SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar